Penyebab Runtuhnya Orde Baru

Di posting oleh Prasetio pada 01:07 PM, 20-Feb-13

Penyebab utama runtuhnya kekuasaan Orde Baru adalah krisis moneter tahun 1997. Sejak tahun 1997 kondisi krisis ekonomi terus memburuk seiring dengan krisis keuangan yang melanda Asia.
Keadaan terus memburuk. KKN semakin merajalela, sementara kemiskinan rakyat terus meningkat. Terjadinya ketimpangan sosial yang sangat mencolok menyebabkan munculnya kerusuhan sosial. Muncul demontrasi yang digerakkan oleh mahasiswa. Tuntunan utama karena demontrasi adalah perbaikan ekonomi dan reformasi total.
Pada mulanya aksi demontrasi berjalan tertib dan damai. Namun demontrasi tanggal 12 mei 1998 sore terjadi bentrokan antara aparat dengan para mahasiswa. Pada saat bentrokan itu terdapat empat mahasiswa Universitas Trisakti tewas dan beberapa mengalami luka serius. Kondisi ini memacu mahasiswa semakin meningkatkan aksinya. Bahkan kemudian di beberapa kota terjadi kerusuhan cukup serius antara lain di jakarta dan surakarta. Menanggapi kondisi ini pada tanggal 19 Mei 1998 Presiden Suharto segera memanggil beberapa tokoh nasional untuk membahas dan mengatasi krisis yang terjadi di indonesia. Dari hasil pertemuan itu diputuskan akan dibentuk Komite Reformasi dan atam mereshuffle Kabinet pembangunan VI dan mengubah mana susunan kabinet tersebut menjadi Kabinet Reformasi.
Tanggal 20 Mei 1998 situasi negara semakin tidak menentu, puluhan ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melakukan aksi demontrasi di Gedung MPR/DPR. Mereka menuntut turunnya Suharto sebagai Presiden RI. Aksi ini ternyata mendapat dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat.
Sementara itu pada pukul 22.48 waktu setempat dalam siaran secara langsung di CNN, menteri luar negeri Amerika Serikat Medelaine Arbraight meminta kepada Presiden Suharto untuk segera mundur dari jabatan presiden. Ia menyatakan bahwa pengunduran Presiden Suharto untuk memberi jalan bagi transisi demokrasi di Indonesia.
Pada tanggal itu pula sejumlah 14 menteri yang di bawah koordinator Menko Ekuin menyatakan penolakanya untuk dicalonkan kembali di dalam Kabinet Reformasi. Aksi di gedung MPR mencapai puncaknya pada tanggal 28 Mei 1998. Pada pukul 09.00 WIB, Presiden Suharto Mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden RI. Naskah pengunduran diri sebagai presiden berjudul Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden RI.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar